Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out
Showing posts with label Modul Komunikasi Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Modul Komunikasi Bisnis. Show all posts

Friday, January 27, 2012

Pentingnya Penampilan dan Lambang Dalam Komunikasi

Friday, January 27, 2012
0 komentar
1. PENAMPILAN SERASI
Dapat dimaklumi bersama bahwa untuk berkomunikasi secara baik, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut, selain kemampuan merumuskan ide atau gagasan, situasi, pihak-pihak terkait juga penampilan kita. Penampilan merupakan suatu keseluruhan yang nampak, baik itu postur tubuh anggota tubuh juga busana, assesori, make up. Untuk itu sediakan waktu untuk merawat diri kita, tubuh terawat, rambut bersih dan rapi, tata rias yang wajar, gaya busana yang tepat, koordinasi warna yang serasi dan sebagainya. Berbusana yang baik sangat menunjang penampilan dan penampilan yang serasi memperlancar komunikasi.

Busana yang baik ditentukan oleh mutu, gaya potongan yang tepat, warna yang serasi pelengkap busana yang terawat baik, rapi, praktis, nyaman (enak dipakai ). Perlu mendapatkan perhatian pula tentang keseimbangan penampilan yang nampak dari luar juga kesiapan mental. Bila hal ini kurang mendapat perhatian seringkali mengundang peluang ketidakserasian dalam penampilan.

2. LAMBANG-LAMBANG DALAM KOMUNIKASI
Perilaku orang berkomunikasi tidak hanya mengoperasionalkan bibir dan suara tetapi mengoperasionalkan seluruh kepribadian orang tersebut secara total.

Semakin pandai berkomunikasi semakin lengkap mengoperasionalkan lambang-lambang yang dapat diciptakan dari gerakan anggota badan, perasaan dan warna-warna.
Dibawah ini kami ungkap antara lain :

1. Lambang gerakan tubuh dan gerakan anggota badan
Bila kita perhatikan seseorang yang sedang berbicara nampak pula menggerakkan tangan jari-jari, bahkan bola matanya, baik itu secara bersama-sama maupun secara bergantian hal ini merupakan informasi dalam bentuk lambang.

2. Lambang gambar dan huruf serta angka-angka
Bila kita sedang berada dijalan umum banyak kita jumpai rambu-rambu lalu lintas yang ditampilkan dalam gambar-gambar pompa bensin, tanda panah, huruf bahkan angka- angka untuk memberi petunjuk pemakaian jalan bagi pengemudi.

3. Lambang benda-benda tertentu
Seseorang yang menyampaikan rasa simpati dengan mengirimkan setangkai bunga mawar atau dalam mengucapkan berduka cita kita kirimkan karangan bunga.

4. Lambang warna
Didalam kehidupan sehari-hari, suasana komunikasi dapat juga disampaikan lewat warna-warna. Secara garis besar pada umumnya pada umumnya warna-warna hitam untuk mengkomunikasikan suasana sedih, kematian sedangkan warna putih untuk suasana suci, damai bahagia, warna merah untuk mengkomunikasikan keberanian, sukses, kemenangan, kuning mas artinya agung luhur. Warna tidak dapat berdiri sendiri, suatu warna yang tampil senantiasa dipengaruhi oleh warna-warna disekitarnya, bahkan dipengaruhi oleh warna-warna disekitarnya, bahkan dipengaruhi keadaan lingkungan dan cuaca.

Riset komunikasi biasanya tertuju pada empat aspek dalam proses komunikasi, yaitu komunikator ( communicator ), pesan ( message ), saluran ( channel ), dan audiens. Dalam riset kebahasaan, komunikator adalah juga pesan kalau tidak dalam bentuk kata-kata, gambar atau tanda menjadi kode atau simbol. Saluran dalam komunikasi massa antara lain media massa. Orang yang berperan sebagai audiens dikenal sebagai penerjemah kode-kode, simbol dan sebagainya yang disebut dekoder.

Masing-masing orang punya gudang penyimpanan pengalaman ( stored experiences ) sesuai dengan " filter " yang dimiliki dalam menerima pesan, yaitu keyakinan ( believes ) serta nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok, keluarga, masyarakat maupun kelompok lain.
Sebuah pesan yang diyakini dan nilai-nilai yang akan ditanamkan bisa mengalami distorsi atau disalahartikan ( misinterpreted ). Bila interpretasi yang salah diambil alih oleh orang lain, hal itu disebut dissonance.

Disonansi bisa juga terjadi karena adanya distraksi ( distraction ) antara sumber dan audiens, hambatan sumber ( channel noise ). Komunikasi profesional merumuskan umpan balik dengan perhatian pada kekeliruan¬kekeliruan dan sangat hati-hati menggunakan prinsip-prinsip redundansi ( redundancy ). Redundansi adalah teknik penyampaian informasi dengan cara mengulang-ulang bentuk ide dari pesan yang disampaikan.

Hambatan kedua adalah semantic noise, yaitu hambatan mencapai saling pengertian yang disebabkan oleh faktor kebahasaan. Dalam hal ini, tingkat kerangka referensi antara komunikator dan komunikan tidak sama.

Salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam proses komunikasi adalah apa yang disebut non-verbal communication, atau dikenal juga dengan istilah silent language. Proses komunikasi ini terjadi melalui body language, seperti ekspresi wajah, gerakan mata ( eye movement ), kostum, pakaian, kosmetik, kualitas suara, dan lain-lain.
Perpektif lain yang menerangkan proses komunikasi adalah bahwa dalam transformasi tersebut terjadi apa yang dinamakan suatu transaksi. Dengan demikian, selain pengiriman lambang terjadi juga proses psikologis, yaitu transaksi stimulan dan transaksi respons.

Kualitas komunikasi dan saling pengertian ( mutual understanding ) ditentukan oleh tingkat penghargaan dan kepentingan komunikan terhadap komunikator maupun terhadap pesan. Adakalanya komunikasi massa tidak dapat berlangsung hanya dengan mengandalkan komponen media, penyebaran, dan audiens. Keberadaan ( eksistensi ) audiens sendiri sangat menentukan tingkat saling pengertian yang akan dicapai. Kultur masyarakat yang intro¬vert merupakan kendala yang sangat serius. Dalam kondisi semacam ini, komunikasi massa masih membutuhkan bantuan komunikasi interpersonal. Peranan opinion leaders sangat strategis dalam menerjemahkan pesan-pesan tertentu yang bagi masyarakat awam sering terkesan rumit karena tingkat kerangka referensi dan tingkat pengalaman mereka kurang memadai.

Setiap orang menggunakan lambang dan simbol tanpa banyak berpikir. Dalam hubungan antarmanusia, arti dan maksud lambang serta simbol dapat langsung ditangkap. Oleh sebab itu, penggunaan simbol dapat dikatakan sebagai ciri khas manusia. Sekalipun demikian penggunaan tanda , simbol dan lambang oleh manusia dalam kegiatan komunikasi tidak terjadi begitu raja. Terlebih dulu harus ada proses pembelajaran, yaitu upaya pengenalan dan pemaknaan serta penggunaan lambang-lambang tersebut. Penggunaan lambang dalam komunikasi mencerminkan penguasaan makna atas proses pembelajaran.

Dalam artinya yang sangat luas, proses pembelajaran meliputi sosialisasi komplek yang ada dimasyarakatnya, sedangkan dalam artinya yang sempit pembelajaran merupakan aktivitas yang memiliki tujuan tertentu yang dilakukan melaui pendidikan formal.

Pada gilirannya, proses pembelajaran akan membentuk kerangka pengalaman dan kerangka referensi. Kerangka ini akan menjadi sistem respons yang efektif dengan tugas memberi tanggapan atas stimulus ( rangsangan ) yang menghampirinya. Kemampuan atau ketidakmampuan seseorang untuk memberi makna atau mengidentifikasikan stimulus tersebut sangat tergantung pada kekayaan referensi yang dimilikinya.

Pemaknaan terhadap dunia lambang atau tanda pada tingkat yang paling rendah adalah pemaknaan secara lugas, yaitu menginterpretasikan berdasarkan anal makna lambang tersebut ( etimologi ). Makna yang dihasilkan sering disebut makna denotatif. Apabila sebuah lambang mempunyai makna yang meluas ( punya lebih dari satu makna ), upaya pemaknaannya harus dilakukan dengan mencari hakikatnya. Perluasan dan verifikasi makna atas sebuah lambang, simbol atau tanda mungkin disebabkan oleh penggunaannya dalam konteks yang berbeda-beda.

Pemaknaan atas satu atau serangkaian lambang yang berhasil dibuat oleh individu sangat tergantung pada kemampuan individu itu dalam menarik lambang-lambang tersebut ke luar dari makna denotatifnya. Kemampuan yang dimaksud adalah suatu metodologi merangkaikan lambang-lambang menjadi susunan yang lebih kompleks tetapi memiliki sistematika atau keteraturan.

Aktivitas membaca adalah upaya untuk memperoleh kesan atas suatu tanda, lambang, simbol beserta rangkaiannya ( selanjutnya kita sederhanakan dengan istilah teks ). Kesan yang diperoleh pembaca teks tidak sebatas pada konsep tentang ide yang disampaikan, tetapi juga mempunyai efek psikologis tertentu. Konsep ide dan efek psikologis harus dipisahkan dalam proses membaca bila kesan yang obyektif ingin diperoleh, sebab efek psikologis bisa memberikan predisposisi yang tidak menguntungkan bagi penalaran yang sehat. Misalnya, perasaan tidak suka akan sebagaian konsep ide dalam teks bisa menimbulkan kesimpulan dini yang keliru. Demikian halnya rasa marah, melankolis (sedih, duka) , berprasangka, bisa menyesatkan interpretasi atas teks.
Dari pengertian komunikasi, tampak adanya sejumlah komponen atau unsur yang dicakup yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Dalam bahasa komunikasi komponen-komponen tersebut adalah komunikator yaitu

orang yang menyampaikan pesan, pesan yaitu pernyataan yang didukung oleh lambang, komunikan yaitu orang yang menerima pesan, media yaitu sarana atau saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya dan efek yaitu dampak sebagai pengaruh dari pesan.

Teknik berkomunikasi adalah cara atau seni penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak tertentu pada komunikan. Pesan yang disampaikan komunikator adalah pernyataan sebagai paduan pikiran dan perasaan, dapat berupa ide, informasi, keluhan, keyakinan, imbauan, anjuran dan sebagainya.

Pernyataan tersebut dibawakan oleh lambang, umumnya bahasa. Dikatakan bahwa umumnya bahasa yang dipergunakan untuk menyalurkan pernyataan itu, sebab ada juga lambang lain yang dipergunakan, antara lain kial yaitu gerakan anggota tubuh, gambar, warna dan sebagainya. Melambaikan tangan, mengedipkan mata, mencibirkan bibir, atau menganggukkan kepala adalah kial yang merupakan lambang untuk menunjukkan perasaan atau pikiran seseorang. Gambar, apakah itu foto, lukisan, sketsa, karikatur diagram, grafik, atau lain-lainnya adalah lambang yang biasa digunakan untuk menyampaikan pernyataan seseorang.

Demikian pula warna, seperti pada lampu lalu lintas, merah berarti berhenti, kuning berati siap, dan hijau berarti berjalan, kesemuanya itu lambang yang dipergunakan polisi lalu lintas untuk menyampaikan instruksi kepada para pemakai jalan. Diantara sekian banyak lambang yang biasa digunakan dalam komunikasi adalah bahasa, sebab bahasa dapat menunjukkan pernyataan seseorang mengenai hal-hal selain yang konkrit juga yang abstrak, baik yang terjadi saat sekarang maupun waktu yang lalu dan masa yang akan datang. Tidak demikian kemampuan lambang-lambang lainnya.

Yang penting dalam komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan. Dampak yang timbul dapat diklasifikasikan menurut kadarnya, yaitu :

1. Dampak kognatif
Adalah yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkat intelektualitasnya. Di sini pesan yang disampaikan komunikator ditujukan kepada pikiran si komunikan. Dengan lain perkataan, tujuan komunikator hanyalah berkisar pada upaya mengubah pikiran diri komunikan.

2. Dampak afektif
Dampak ini lebih tinggi kadarnya daripada dampak kognatif. Di sini tujuan komunikator bukan hanya sekedar upaya komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya, menimbulkan perasaan tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.

3. Dampak behavioral
Dampak ini yang paling tinggi kadarnya, yaitu dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan.

Untuk contoh mengenai ketiga jenis dampak di atas dapat diambil dari berita surat kabar. Pernah sebuah berita surat kabar membuat berita yang dilengkapi foto mengenai seorang wanita yang menderita tumor yang menahun sehingga perutnya besar . Peristiwa yang diberitakan lengkap dengan fotonya itu menarik perhatian banyak pembaca.

Berita tersebut dapat menimbulkan berbagai jenis efek. Jika seorang pembaca hanya tertarik untuk membacanya saja dan kemudian ia menjadi tahu maka dampaknya hanya berkadar kognitif saja. Apabila ia merasa iba atas penderitaan perempuan yang hidupnya tidak berkecukupan itu, berita tersebut menimbulkan dampak afektif. Tetapi kalau si pembaca yang tersentuh hatinya itu kemudian pergi ke redaksi surat kabar yang memberitakannya dan menyerahkan sejumlah uang untuk disampaikan kepada si penderita maka berita tadi menimbulkan dampak behavioral.

Jadikan setiap Postingan untuk ajang DISKUSI dan saling BERBAGI agar ilmu anda semakin berkembang dan berguna bagi orang lain.

Gunakan Kolom Komentar di bawah ini untuk menyampaikan PENDAPAT/ OPINI sebagai bentuk partisipasi untuk mencerdaskan bangsa.



Anda Akan Menyukai ini :


read more

Peranan Gaya Hidup, Manajemen Waktu dalam Penunjang Karir

0 komentar
A. GAYA HIDUP
Coba kita perhatikan, bila seseorang tiba di kantor dalam suasana ceria dan menyapa " Selamat Pagi  " seraya tersenyum, maka banyak orang yang dijumpai di kantor juga berlaku simpatik. Apabila kita berbahagia, ceria, tersenyum banyak hal-hal yang negatif berubah menjadi positif. Sesungguhnya dunia usaha atau bisnis dan lingkungan kantor dimana kita berada adalah pantulan dari diri kita.

Apabila kita tidak menyukai, membenci diri kita sendiri, maka kitapun membenci dan tidak menyukai orang lain begitu juga bila kita mencintai diri kita dan berbahagia dengan diri kita maka terasa betapa indah kehidupan ini. Pandangan dan anggapan kita terhadap diri sendiri adalah modal atau landasan yang menentukan bagaimana kita bersikap, bertindak, berpikir dan berkomunikasi dalam kehidupan ini. Sikap serta gaya hidup bahagia seseorang banyak sekali menentukan apa yang dapat diraih dalam kehidupan ini, sehingga berbagai disiplin ilmu tentang manusia dan perilaku pada hakekatnya adalah untuk mengubah pandangannya terhadap diri sendiri.

Gaya hidup bahagia ternyata juga sangat menunjang sukses berkomunikasi karena setiap orang hanya mempunyai kesediaan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang bahagia, bukan sebaliknya.

B. MENGATUR WAKTU
Waktu adalah paradoks, bagi orang-orang sibuk tidak pernah merasa cukup waktu padahal semua waktu tersedia untuk kita, dan keluhan mengenai kurangnya waktu sebenarnya mustahil. Waktu adalah komoditi yang lentur dan terus-menerus, masalahnya adalah bukan bagaimana mendapatkan " Waktu Lebih" tetapi bagaimana memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih berarti dan lebih memuaskan. Idealnya semua aktivitas yang kita lakukan akan membawa kita pada pencapaian tujuan, namun seringkali aktivitas itu tidak menentukan kita pada pencapaian tujuan tersebut, bahkan kita terjebak dalam aktivitas yang ternyata tidak mengarah kepencapaian tujuan.

Agar tetap dapat memusatkan perhatian pada aktivitas yang paling penting yang mempengaruhi pencapaian tujuan, maka diperlukan cara yang efektif dan juga sederhana untuk mengatur skala prioritas. Semakin banyak aktivitas yang membantu dalam melangkah mencapai tujuan, semakin berbobot aktivitas tersebut semakin tinggi skala prioritasnya.

Setiap kali menyusun daftar aktivitas berilah urutan prioritas pada setiap aktivitas untuk membantu menentukan hal-hal yang penting terlebih dahulu, karena hanya aktivitas penting yang akan menghasilkan sesuatu. Pada dasarnya mengatur skala prioritas tidak sulit, pertama-tama tentukan tujuan, kemudian tentukan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu tujuan yang ditempatkan pada skala prioritas tertinggi.

Bila telah terbiasa melakukan hal-hal yang penting terlebih dahulu, maka dapat dirasakan betapa mudahnya mengatur waktu dan ternyata cukup waktu yang dibutuhkan untuk meraih sukses.

Mengatur waktu merupakan suatu langkah yang tepat untuk mewujudkan tujuan manajemen, sehingga keberhasilan membuat keputusan yang akuratpun sangat ditentukan oleh prioritas yang diambil. Untuk mengambil waktu dan melaksanakan jadwal kerja tidak dapat diselesaikan sendiri, karena akan melibatkan orang lain. Oleh karena itu perlu dikomunikasikan dengan baik dan untuk berhasil dalam komunikasi perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
• dengarkan agar tetap pada jalur
• tentukan tujuan dengan mempertimbangkan situasi yang favorable
• jangan terburu-buru dalam memberikan petunjuk atau intruksi
• buatlah memo-memo singkat dan tepat agar dapat mendapat hasil yang diharapkan
• bila ragu-ragu cari sumbernya
• hindari sikap hiper-responsif

C. FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN YANG MENUNJANG KARIER
Bila seseoramg ingin meniti karier menuju jenjang karier yang lebih tinggi, dapat juga belajar dari pengalaman orang lain yang positip, walaupun tidak harus sama, namun tetap dapat dijadikan pegangan. Untuk itu dapat dikemukakan faktor penentu keberhasilan sebagai berikut :
1. Job description sebagai pegangan
Seseorang hams selalu bekerja atas dasar job description yang sesuai dengan fungsinya.

2. Miliki keterampilan dasar atau basic skill yang prima
Perlu diyakini bahwa pengetahuan dasar ( basic skill ) itu penting untuk dikuasai dan dipelihara terus. Ketrampilan tersebut menuntut ketepatan, kecepatan, kerapian dan ketelitian.

3. An iron will in the velvet voice
Di dalam pemakaian Bahasa lisan harus diyakini bahwa " suara " mempunyai pengaruh yang besar. Nada yang ramah dan bersahabat menimbulkan kesan bahwa kita bersedia membantu lawan bicara.

4. Agenda kerja
Buku agenda untuk mencatat dan mengingat-ingat acara maupun tugas yang harus dilakukan oleh atasan kita.

5. Kekompakan sebagai team, dengan atasan dan rekan-rekan
Perlu dimengerti bahwa atasan, mungkin tinggi jabatannya, makin berat tanggung jawabnya dan makin banyak keputusan yang harus dibuatnya. Demikian pula loyalitas dengan rekan-rekan membantu untuk menggalang persatuan.

6. Inter personal skill
Berbekal keyakinan agama, moral etika bisnis dan social psychology, kita akan mampu bersikap dewasa, berperilaku sopan bijaksana, sensitif dan luwes untuk beradaptasi dengan orang lain.

7. Wawasan
Selain mengetahui secara persis tugas dan wewenang, perlu juga berusaha mengenali dengan baik perusahaan atau organisasi tempat bekerja. Apa tujuan maupun missinya, bagaimana garis-garis wewenangnya, bagaimana strategi dan rencana kerjanya. Biasakan banyak membaca dan tumbuhkan sikap bahwa : membaca adalah kebutuhan , agar mampu mengembangkan wawasan tentang lingkungan mikro maupun ingkungan makro yang mempengaruhi arah perkembangan perusahaan tempat bekerja.

Sumber informasi atau bacaan tersebut dapat berupa : harian, mingguan bisnis, buku- buku, majalah lainnya atau hasil monitoring kegiatan perusahaan lain dibidang usaha yang sama, dengan demikian dapat secara aktif mengikuti perkembangan kebijaksanaan. Tidak hanya karena maksud tersebut, melainkan juga agar otak semakin terlatih dan membuat lebih berguna serta sudut pandang menjadi lebih luas.

Jadikan setiap Postingan untuk ajang DISKUSI dan saling BERBAGI agar ilmu anda semakin berkembang dan berguna bagi orang lain.

Gunakan Kolom Komentar di bawah ini untuk menyampaikan PENDAPAT/ OPINI sebagai bentuk partisipasi untuk mencerdaskan bangsa.



Anda Akan Menyukai ini :


read more

Thursday, January 26, 2012

Unsur - Unsur Komunikasi

Thursday, January 26, 2012
0 komentar
A. GAYA HIDUP
Coba kita perhatikan, bila seseorang tiba di kantor dalam suasana ceria dan menyapa " Selamat Pagi  " seraya tersenyum, maka banyak orang yang dijumpai di kantor juga berlaku simpatik. Apabila kita berbahagia, ceria, tersenyum banyak hal-hal yang negatif berubah menjadi positif. Sesungguhnya dunia usaha atau bisnis dan lingkungan kantor dimana kita berada adalah pantulan dari diri kita.

Apabila kita tidak menyukai, membenci diri kita sendiri, maka kitapun membenci dan tidak menyukai orang lain begitu juga bila kita mencintai diri kita dan berbahagia dengan diri kita maka terasa betapa indah kehidupan ini. Pandangan dan anggapan kita terhadap diri sendiri adalah modal atau landasan yang menentukan bagaimana kita bersikap, bertindak, berpikir dan berkomunikasi dalam kehidupan ini. Sikap serta gaya hidup bahagia seseorang banyak sekali menentukan apa yang dapat diraih dalam kehidupan ini, sehingga berbagai disiplin ilmu tentang manusia dan perilaku pada hakekatnya adalah untuk mengubah pandangannya terhadap diri sendiri.

Gaya hidup bahagia ternyata juga sangat menunjang sukses berkomunikasi karena setiap orang hanya mempunyai kesediaan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang bahagia, bukan sebaliknya.

B. MENGATUR WAKTU
Waktu adalah paradoks, bagi orang-orang sibuk tidak pernah merasa cukup waktu padahal semua waktu tersedia untuk kita, dan keluhan mengenai kurangnya waktu sebenarnya mustahil. Waktu adalah komoditi yang lentur dan terus-menerus, masalahnya adalah bukan bagaimana mendapatkan " Waktu Lebih" tetapi bagaimana memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih berarti dan lebih memuaskan. Idealnya semua aktivitas yang kita lakukan akan membawa kita pada pencapaian tujuan, namun seringkali aktivitas itu tidak menentukan kita pada pencapaian tujuan tersebut, bahkan kita terjebak dalam aktivitas yang ternyata tidak mengarah kepencapaian tujuan.

Agar tetap dapat memusatkan perhatian pada aktivitas yang paling penting yang mempengaruhi pencapaian tujuan, maka diperlukan cara yang efektif dan juga sederhana untuk mengatur skala prioritas. Semakin banyak aktivitas yang membantu dalam melangkah mencapai tujuan, semakin berbobot aktivitas tersebut semakin tinggi skala prioritasnya.

Setiap kali menyusun daftar aktivitas berilah urutan prioritas pada setiap aktivitas untuk membantu menentukan hal-hal yang penting terlebih dahulu, karena hanya aktivitas penting yang akan menghasilkan sesuatu. Pada dasarnya mengatur skala prioritas tidak sulit, pertama-tama tentukan tujuan, kemudian tentukan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu tujuan yang ditempatkan pada skala prioritas tertinggi.

Bila telah terbiasa melakukan hal-hal yang penting terlebih dahulu, maka dapat dirasakan betapa mudahnya mengatur waktu dan ternyata cukup waktu yang dibutuhkan untuk meraih sukses.

Mengatur waktu merupakan suatu langkah yang tepat untuk mewujudkan tujuan manajemen, sehingga keberhasilan membuat keputusan yang akuratpun sangat ditentukan oleh prioritas yang diambil. Untuk mengambil waktu dan melaksanakan jadwal kerja tidak dapat diselesaikan sendiri, karena akan melibatkan orang lain. Oleh karena itu perlu dikomunikasikan dengan baik dan untuk berhasil dalam komunikasi perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
• dengarkan agar tetap pada jalur
• tentukan tujuan dengan mempertimbangkan situasi yang favorable
• jangan terburu-buru dalam memberikan petunjuk atau intruksi
• buatlah memo-memo singkat dan tepat agar dapat mendapat hasil yang diharapkan
• bila ragu-ragu cari sumbernya
• hindari sikap hiper-responsif

C. FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN YANG MENUNJANG KARIER

Bila seseoramg ingin meniti karier menuju jenjang karier yang lebih tinggi, dapat juga belajar dari pengalaman orang lain yang positip, walaupun tidak harus sama, namun tetap dapat dijadikan pegangan. Untuk itu dapat dikemukakan faktor penentu keberhasilan sebagai berikut :
1. Job description sebagai pegangan
Seseorang hams selalu bekerja atas dasar job description yang sesuai dengan fungsinya.

2. Miliki keterampilan dasar atau basic skill yang prima
Perlu diyakini bahwa pengetahuan dasar ( basic skill ) itu penting untuk dikuasai dan dipelihara terus. Ketrampilan tersebut menuntut ketepatan, kecepatan, kerapian dan ketelitian.

3. An iron will in the velvet voice
Di dalam pemakaian Bahasa lisan harus diyakini bahwa " suara " mempunyai pengaruh yang besar. Nada yang ramah dan bersahabat menimbulkan kesan bahwa kita bersedia membantu lawan bicara.

4. Agenda kerja
Buku agenda untuk mencatat dan mengingat-ingat acara maupun tugas yang harus dilakukan oleh atasan kita.

5. Kekompakan sebagai team, dengan atasan dan rekan-rekan
Perlu dimengerti bahwa atasan, mungkin tinggi jabatannya, makin berat tanggung jawabnya dan makin banyak keputusan yang harus dibuatnya. Demikian pula loyalitas dengan rekan-rekan membantu untuk menggalang persatuan.

6. Inter personal skill
Berbekal keyakinan agama, moral etika bisnis dan social psychology, kita akan mampu bersikap dewasa, berperilaku sopan bijaksana, sensitif dan luwes untuk beradaptasi dengan orang lain.

7. Wawasan
Selain mengetahui secara persis tugas dan wewenang, perlu juga berusaha mengenali dengan baik perusahaan atau organisasi tempat bekerja. Apa tujuan maupun missinya, bagaimana garis-garis wewenangnya, bagaimana strategi dan rencana kerjanya. Biasakan banyak membaca dan tumbuhkan sikap bahwa : membaca adalah kebutuhan , agar mampu mengembangkan wawasan tentang lingkungan mikro maupun ingkungan makro yang mempengaruhi arah perkembangan perusahaan tempat bekerja.

Sumber informasi atau bacaan tersebut dapat berupa : harian, mingguan bisnis, buku- buku, majalah lainnya atau hasil monitoring kegiatan perusahaan lain dibidang usaha yang sama, dengan demikian dapat secara aktif mengikuti perkembangan kebijaksanaan. Tidak hanya karena maksud tersebut, melainkan juga agar otak semakin terlatih dan membuat lebih berguna serta sudut pandang menjadi lebih luas.

D. PENAMPILAN SERASI

Dapat dimaklumi bersama bahwa untuk berkomunikasi secara baik, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut, selain kemampuan merumuskan ide atau gagasan, situasi, pihak-pihak terkait juga penampilan kita. Penampilan merupakan suatu keseluruhan yang nampak, baik itu postur tubuh anggota tubuh juga busana, assesori, make up. Untuk itu sediakan waktu untuk merawat diri kita, tubuh terawat, rambut bersih dan rapi, tata rias yang wajar, gaya busana yang tepat, koordinasi warna yang serasi dan sebagainya. Berbusana yang baik sangat menunjang penampilan dan penampilan yang serasi memperlancar komunikasi.

Busana yang baik ditentukan oleh mutu, gaya potongan yang tepat, warna yang serasi pelengkap busana yang terawat baik, rapi, praktis, nyaman (enak dipakai ). Perlu mendapatkan perhatian pula tentang keseimbangan penampilan yang nampak dari luar juga kesiapan mental. Bila hal ini kurang mendapat perhatian seringkali mengundang peluang ketidakserasian dalam penampilan.

E. LAMBANG-LAMBANG DALAM KOMUNIKASI

Perilaku orang berkomunikasi tidak hanya mengoperasionalkan bibir dan suara tetapi mengoperasionalkan seluruh kepribadian orang tersebut secara total.

Semakin pandai berkomunikasi semakin lengkap mengoperasionalkan lambang-lambang yang dapat diciptakan dari gerakan anggota badan, perasaan dan warna-warna.
Dibawah ini kami ungkap antara lain :

1. Lambang gerakan tubuh dan gerakan anggota badan
Bila kita perhatikan seseorang yang sedang berbicara nampak pula menggerakkan tangan jari-jari, bahkan bola matanya, baik itu secara bersama-sama maupun secara bergantian hal ini merupakan informasi dalam bentuk lambang.

2. Lambang gambar dan huruf serta angka-angka
Bila kita sedang berada dijalan umum banyak kita jumpai rambu-rambu lalu lintas yang ditampilkan dalam gambar-gambar pompa bensin, tanda panah, huruf bahkan angka- angka untuk memberi petunjuk pemakaian jalan bagi pengemudi.

3. Lambang benda-benda tertentu
Seseorang yang menyampaikan rasa simpati dengan mengirimkan setangkai bunga mawar atau dalam mengucapkan berduka cita kita kirimkan karangan bunga.

4. Lambang warna
Didalam kehidupan sehari-hari, suasana komunikasi dapat juga disampaikan lewat warna-warna. Secara garis besar pada umumnya pada umumnya warna-warna hitam untuk mengkomunikasikan suasana sedih, kematian sedangkan warna putih untuk suasana suci, damai bahagia, warna merah untuk mengkomunikasikan keberanian, sukses, kemenangan, kuning mas artinya agung luhur. Warna tidak dapat berdiri sendiri, suatu warna yang tampil senantiasa dipengaruhi oleh warna-warna disekitarnya, bahkan dipengaruhi oleh warna-warna disekitarnya, bahkan dipengaruhi keadaan lingkungan dan cuaca.

Riset komunikasi biasanya tertuju pada empat aspek dalam proses komunikasi, yaitu komunikator ( communicator ), pesan ( message ), saluran ( channel ), dan audiens. Dalam riset kebahasaan, komunikator adalah juga pesan kalau tidak dalam bentuk kata-kata, gambar atau tanda menjadi kode atau simbol. Saluran dalam komunikasi massa antara lain media massa. Orang yang berperan sebagai audiens dikenal sebagai penerjemah kode-kode, simbol dan sebagainya yang disebut dekoder.

Masing-masing orang punya gudang penyimpanan pengalaman ( stored experiences ) sesuai dengan " filter " yang dimiliki dalam menerima pesan, yaitu keyakinan ( believes ) serta nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok, keluarga, masyarakat maupun kelompok lain.
Sebuah pesan yang diyakini dan nilai-nilai yang akan ditanamkan bisa mengalami distorsi atau disalahartikan ( misinterpreted ). Bila interpretasi yang salah diambil alih oleh orang lain, hal itu disebut dissonance.

Disonansi bisa juga terjadi karena adanya distraksi ( distraction ) antara sumber dan audiens, hambatan sumber ( channel noise ). Komunikasi profesional merumuskan umpan balik dengan perhatian pada kekeliruan¬kekeliruan dan sangat hati-hati menggunakan prinsip-prinsip redundansi ( redundancy ). Redundansi adalah teknik penyampaian informasi dengan cara mengulang-ulang bentuk ide dari pesan yang disampaikan.

Hambatan kedua adalah semantic noise, yaitu hambatan mencapai saling pengertian yang disebabkan oleh faktor kebahasaan. Dalam hal ini, tingkat kerangka referensi antara komunikator dan komunikan tidak sama.

Salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam proses komunikasi adalah apa yang disebut non-verbal communication, atau dikenal juga dengan istilah silent language. Proses komunikasi ini terjadi melalui body language, seperti ekspresi wajah, gerakan mata ( eye movement ), kostum, pakaian, kosmetik, kualitas suara, dan lain-lain.
Perpektif lain yang menerangkan proses komunikasi adalah bahwa dalam transformasi tersebut terjadi apa yang dinamakan suatu transaksi. Dengan demikian, selain pengiriman lambang terjadi juga proses psikologis, yaitu transaksi stimulan dan transaksi respons.

Kualitas komunikasi dan saling pengertian ( mutual understanding ) ditentukan oleh tingkat penghargaan dan kepentingan komunikan terhadap komunikator maupun terhadap pesan. Adakalanya komunikasi massa tidak dapat berlangsung hanya dengan mengandalkan komponen media, penyebaran, dan audiens. Keberadaan ( eksistensi ) audiens sendiri sangat menentukan tingkat saling pengertian yang akan dicapai. Kultur masyarakat yang intro¬vert merupakan kendala yang sangat serius. Dalam kondisi semacam ini, komunikasi massa masih membutuhkan bantuan komunikasi interpersonal. Peranan opinion leaders sangat strategis dalam menerjemahkan pesan-pesan tertentu yang bagi masyarakat awam sering terkesan rumit karena tingkat kerangka referensi dan tingkat pengalaman mereka kurang memadai.

Setiap orang menggunakan lambang dan simbol tanpa banyak berpikir. Dalam hubungan antarmanusia, arti dan maksud lambang serta simbol dapat langsung ditangkap. Oleh sebab itu, penggunaan simbol dapat dikatakan sebagai ciri khas manusia. Sekalipun demikian penggunaan tanda , simbol dan lambang oleh manusia dalam kegiatan komunikasi tidak terjadi begitu raja. Terlebih dulu harus ada proses pembelajaran, yaitu upaya pengenalan dan pemaknaan serta penggunaan lambang-lambang tersebut. Penggunaan lambang dalam komunikasi mencerminkan penguasaan makna atas proses pembelajaran.

Dalam artinya yang sangat luas, proses pembelajaran meliputi sosialisasi komplek yang ada dimasyarakatnya, sedangkan dalam artinya yang sempit pembelajaran merupakan aktivitas yang memiliki tujuan tertentu yang dilakukan melaui pendidikan formal.

Pada gilirannya, proses pembelajaran akan membentuk kerangka pengalaman dan kerangka referensi. Kerangka ini akan menjadi sistem respons yang efektif dengan tugas memberi tanggapan atas stimulus ( rangsangan ) yang menghampirinya. Kemampuan atau ketidakmampuan seseorang untuk memberi makna atau mengidentifikasikan stimulus tersebut sangat tergantung pada kekayaan referensi yang dimilikinya.

Pemaknaan terhadap dunia lambang atau tanda pada tingkat yang paling rendah adalah pemaknaan secara lugas, yaitu menginterpretasikan berdasarkan anal makna lambang tersebut ( etimologi ). Makna yang dihasilkan sering disebut makna denotatif. Apabila sebuah lambang mempunyai makna yang meluas ( punya lebih dari satu makna ), upaya pemaknaannya harus dilakukan dengan mencari hakikatnya. Perluasan dan verifikasi makna atas sebuah lambang, simbol atau tanda mungkin disebabkan oleh penggunaannya dalam konteks yang berbeda-beda.

Pemaknaan atas satu atau serangkaian lambang yang berhasil dibuat oleh individu sangat tergantung pada kemampuan individu itu dalam menarik lambang-lambang tersebut ke luar dari makna denotatifnya. Kemampuan yang dimaksud adalah suatu metodologi merangkaikan lambang-lambang menjadi susunan yang lebih kompleks tetapi memiliki sistematika atau keteraturan.

Aktivitas membaca adalah upaya untuk memperoleh kesan atas suatu tanda, lambang, simbol beserta rangkaiannya ( selanjutnya kita sederhanakan dengan istilah teks ). Kesan yang diperoleh pembaca teks tidak sebatas pada konsep tentang ide yang disampaikan, tetapi juga mempunyai efek psikologis tertentu. Konsep ide dan efek psikologis harus dipisahkan dalam proses membaca bila kesan yang obyektif ingin diperoleh, sebab efek psikologis bisa memberikan predisposisi yang tidak menguntungkan bagi penalaran yang sehat. Misalnya, perasaan tidak suka akan sebagaian konsep ide dalam teks bisa menimbulkan kesimpulan dini yang keliru. Demikian halnya rasa marah, melankolis (sedih, duka) , berprasangka, bisa menyesatkan interpretasi atas teks.
Dari pengertian komunikasi, tampak adanya sejumlah komponen atau unsur yang dicakup yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Dalam bahasa komunikasi komponen-komponen tersebut adalah komunikator yaitu

orang yang menyampaikan pesan, pesan yaitu pernyataan yang didukung oleh lambang, komunikan yaitu orang yang menerima pesan, media yaitu sarana atau saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya dan efek yaitu dampak sebagai pengaruh dari pesan.

Teknik berkomunikasi adalah cara atau seni penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak tertentu pada komunikan. Pesan yang disampaikan komunikator adalah pernyataan sebagai paduan pikiran dan perasaan, dapat berupa ide, informasi, keluhan, keyakinan, imbauan, anjuran dan sebagainya.

Pernyataan tersebut dibawakan oleh lambang, umumnya bahasa. Dikatakan bahwa umumnya bahasa yang dipergunakan untuk menyalurkan pernyataan itu, sebab ada juga lambang lain yang dipergunakan, antara lain kial yaitu gerakan anggota tubuh, gambar, warna dan sebagainya. Melambaikan tangan, mengedipkan mata, mencibirkan bibir, atau menganggukkan kepala adalah kial yang merupakan lambang untuk menunjukkan perasaan atau pikiran seseorang. Gambar, apakah itu foto, lukisan, sketsa, karikatur diagram, grafik, atau lain-lainnya adalah lambang yang biasa digunakan untuk menyampaikan pernyataan seseorang.

Demikian pula warna, seperti pada lampu lalu lintas, merah berarti berhenti, kuning berati siap, dan hijau berarti berjalan, kesemuanya itu lambang yang dipergunakan polisi lalu lintas untuk menyampaikan instruksi kepada para pemakai jalan. Diantara sekian banyak lambang yang biasa digunakan dalam komunikasi adalah bahasa, sebab bahasa dapat menunjukkan pernyataan seseorang mengenai hal-hal selain yang konkrit juga yang abstrak, baik yang terjadi saat sekarang maupun waktu yang lalu dan masa yang akan datang. Tidak demikian kemampuan lambang-lambang lainnya.

Yang penting dalam komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan. Dampak yang timbul dapat diklasifikasikan menurut kadarnya, yaitu :

1. Dampak kognatif
Adalah yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkat intelektualitasnya. Di sini pesan yang disampaikan komunikator ditujukan kepada pikiran si komunikan. Dengan lain perkataan, tujuan komunikator hanyalah berkisar pada upaya mengubah pikiran diri komunikan.

2. Dampak afektif
Dampak ini lebih tinggi kadarnya daripada dampak kognatif. Di sini tujuan komunikator bukan hanya sekedar upaya komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya, menimbulkan perasaan tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.

3. Dampak behavioral
Dampak ini yang paling tinggi kadarnya, yaitu dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan.

Untuk contoh mengenai ketiga jenis dampak di atas dapat diambil dari berita surat kabar. Pernah sebuah berita surat kabar membuat berita yang dilengkapi foto mengenai seorang wanita yang menderita tumor yang menahun sehingga perutnya besar . Peristiwa yang diberitakan lengkap dengan fotonya itu menarik perhatian banyak pembaca.

Berita tersebut dapat menimbulkan berbagai jenis efek. Jika seorang pembaca hanya tertarik untuk membacanya saja dan kemudian ia menjadi tahu maka dampaknya hanya berkadar kognitif saja. Apabila ia merasa iba atas penderitaan perempuan yang hidupnya tidak berkecukupan itu, berita tersebut menimbulkan dampak afektif. Tetapi kalau si pembaca yang tersentuh hatinya itu kemudian pergi ke redaksi surat kabar yang memberitakannya dan menyerahkan sejumlah uang untuk disampaikan kepada si penderita maka berita tadi menimbulkan dampak behavioral.


Jadikan setiap Postingan untuk ajang DISKUSI dan saling BERBAGI agar ilmu anda semakin berkembang dan berguna bagi orang lain.

Gunakan Kolom Komentar di bawah ini untuk menyampaikan PENDAPAT/ OPINI sebagai bentuk partisipasi untuk mencerdaskan bangsa.



Anda Akan Menyukai ini :


read more

Macam - Macam Komunikasi

0 komentar
A. KOMUNIKASI MENURUT CARA PENYAMPAIAN

Pada dasarnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lainnya karena manusia selain mahluk individu juga sekaligus mahluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun tidak semua orang dapat secara trampil berkomunikasi, oleh karena itu perlu dikenali berbagai cara penyampaian informasi.

Kiranya tidak terlalu sulit untuk mengenali cara-cara penyampaian informasi dalam komunikasi, karena pada dasarnya kita telah melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi lisan
• yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana dua belah pihak dapat bertatap muka, misalnya dialog dua orang, wawancara maupun rapat dan sebagainya.
• yang terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon dan sebagainya.
b. Komunikasi tertulis
• yang dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu.
• naskah, yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat komplek.
• blangko-blangko, yang dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
• gambar dan foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
• spanduk, yang biasa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.

Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Disamping itu perlu juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya aman, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.

B. KOMUNIKASI MENURUT KELANGSUNGANNYA

Didalam proses komunikasi dapat kita ketahui terjadinya interaksi dua belah pihak tersebut sebagai berikut :
1. Komunikasi langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan secara langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh jarak.
2. Komunikasi tidak langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat-alat atau media komunikasi.

C. KOMUNIKASI MENURUT PERILAKU

Komunikasi merupakan hasil belajar manusia yang terjadi secara otomatis, sehingga dipengaruhi oleh perilaku maupun posisi seseorang. Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi :

1. Komunikasi formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.

2. Komunikasi informal
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.

3. Komunikasi nonformal
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan, dan sebagainya.

Maka dapat diketahui bahwa komunikasi formal, informal dan nonformal saling berhubungan, dimana komunikasi nonformal merupakan jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi informal yang dapat memperlancar penyelesaian tugas resmi, serta dapat mengarahkan komunikasi informal kepada komunikasi formal.

D. KOMUNIKASI MENURUT MAKSUD KOMUNIKASI

Bila diperhatikan dengan seksama, maka dapat diketahui bahwa komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut:
1. berpidato
2. memberi ceramah
3. memberi prasaran
4. wawancara
5. memberi perintah atau tugas

Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, demikian pula kemainpuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

E. KOMUNIKASI MENURUT RUANG LINGKUP

Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi ini. Maka dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Komunikasi internal
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.

Komunikasi internal ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a. Komunikasi vertikal yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan, misalnya perintah, teguran, pujian, petunjuk dan sebagainya.
b. Komunikasi horisontal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi/ kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sejajar.
c. Komunikasi diagonal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang - orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi tidak sejalur vertikal.

2. Komunikasi eksternal
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk :
a. Eksposisi, pameran, promosi, publikasi dan sebagainya
b. Konperensi pers•( press release )
c. Siaran televisi, radio, dan sebagainya
d. Bakti sosial, pengabdian pada masyarakat, dan sebagainya
Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapatkan pengertian, kepercayaan, bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.

F. KOMUNIKASI MENURUT ALIRAN INFORMASI

Informasi merupakan muatan yang menjadi bagian pokok dalam komunikasi, oleh karena itu arah informasi tersebut akan menentukan macam komunikasi yang sedang terjadi.
Maka komunikasi menurut aliran informasi dapat dibedakan sebagai berikut :

1. Komunikasi satu arah ( simplex )
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak raja (one way Communi-cation). Pada umumnya komunikasi ini terjadi dalam keadaan mendesak atau darurat atau yang terjadi karena sistem yang mengaturnya harus demikian, misalnya untuk menjaga kerahasiaan atau untuk menjaga kewibawaan pimpinan.
2. Komunikasi dua arah Komunikasi yang bersifat timbal balik ( two ways communication )
Dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feed back kepada komunikatornya. Maka komunikasi ini dapat memberikan kepuasan kedua belah pihak dan dapat menghindarkan terjadinya kesalah pahaman.
3. Komunikasi ke atas Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan.
4. Komunikasi ke bawah Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
5. Komunikasi kesamping Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar.
Dengan demikian arah informasi tersebut akan dianut sebagai bentuk interaksi komunikasinya.

G. KOMUNIKASI MENURUT JARINGAN KERJA

Didalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi akan terlaksana menurut sistem yang ditetapkannya dalam jaringan kerja.
Komunikasi menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi :
1. Komunikasi jaringan kerja rantai
Komunikasi terjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
2. Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran. Saluran komunikasi lebih singkat dan merupakan kebalikan dari jaringan kerja rantai.
3. Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi ini terjadi melalui satu'sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

H. KOMUNIKASI MENURUT PERANAN INDIVIDU

Komunikasi yang dilakukan oleh seseorang kepada pihak-pihak lain baik secara kelompok maupun secara individual. Dalam komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam antara lain :
1. Komunikasi antar individu dengan individu yang lain.
Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.
2. Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas.
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
3. Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih.
Dalam komunikasi ini individu berperanan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

I. KOMUNIKASI MENURUT JUMLAH YANG BERKOMUNIKASI

Komunikasi selalu terjadi diantara sesama manusia baik itu perorangan maupun kelompok. Oleh karena itu jumlah yang berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Komunikasi perseorangan
Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga. Dalam komunikasi ini dapat dilaksanakan secara langsung maupun lewat telepon namun tetap terjadi secara perseorangan.

2. Komunikasi kelompok
Komunikasi yang berlangsung dalam suatu kelompok atau group tentang masalah - masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok. Maka komunikasi kelompok nampak lebih terbuka bila dibanding dengan komunikasi perseorangan.

Jadikan setiap Postingan untuk ajang DISKUSI dan saling BERBAGI agar ilmu anda semakin berkembang dan berguna bagi orang lain.

Gunakan Kolom Komentar di bawah ini untuk menyampaikan PENDAPAT/ OPINI sebagai bentuk partisipasi untuk mencerdaskan bangsa.


Anda Akan Menyukai ini :


read more

Latar Belakang Dan Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis - Bagian III

0 komentar
E. KOMUNIKASI TATAP MUKA

Tujuan daripada komunikasi tatap muka antara lain :
1. mengerti akan pentingnya komunikasi tatap muka dalam memecahkan masalah
2. mengerti kapan komunikasi tatap muka lebih tepat digunakan dalam menyelesaikan masalah.
3. mengerti tentang komponen-komponen pokok agar komunikasi tatap muka menjadi baik.
4. mempelajari teknik-teknik pokok agar komunikasi tatap muka menjadi baik.
5. dapat mengembangkan keterampilan dalam meningkatkan komunikasi tatap muka.

Kebanyakan organisasi sekarang pimpinan mengadakan perjanjian waktu dan energi komunikasi tatap muka dengan pegawai-pegawainya. Komunikasi satu lawan satu memerlukan keterampilan, termasuk penilaian penampilan mereka, pengarahan, dan teguran.

Komunikasi tatap muka ini sangat penting dalam berkomunikasi di bisnis walaupun menulis memo pada pegawai mungkin lebih teliti dan efisien, hal ini tidak berarti banyak dalam rapat kebutuhan pegawai. Bagian ini akan dimulai dengan mendiskusikan keuntungan dan kerugian dari komunikasi tatap muka, akhirnya secara spesifik di dalam situasi komunikasi tatap muka akan sering mengeluarkan pendapat-pendapat. Ada beberapa keuntungan atau alasan untuk menggunakan komunikasi tatap muka.

Keuntungan tatap muka adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap arti yang tersimpan. Sering terjadi kesulitan berkomunikasi dengan merasakan dan menilai maupun menulis atau tertulis. Membaca diantara baris sering tidak tentu. Berkomunikasi dengan tatap muka akan mengajak anda untuk berkesempatan membaca isyarat, expresi wajah, gerak tangan, tekanan suara dan lain-lain. Isyarat satu mampu menilai dalam membantu anda untuk memahami kemampuan dan kepentingan kebutuhan karyawan. Inovasi atau dorongan dan nilai-nilai, jika anda ingin mencari apakah diantara pegawai anda tertarik untuk meningkatkan kariernya, itulah kegunaan komunikasi tatap muka atau komunikasi langsung yang akan memberi anda arti atau informasi yang bebas lebih daripada pesan tertulis dan membantu anda untuk memahami motivasi karyawan. Menjadikan karyawan merasa penting, pegawai atau karyawan mempunyai perasaan pribadi, kebutuhan dan dorongan-dorongan . Setiap organisasi dalam berkomunikasi tatap muka meningkatkan dan mempunyai arti penting bagi perasaan mereka.

Kerugian komunikasi tatap muka adalah memerlukan waktu yang lama. Diskusi para pegawai membutuhkan dua cara yaitu motivasi dan promosi di mana keduanya memerlukan waktu. Kadang-kadang kita berdiskusi merencanakan dalam menggunakan waktu yang singkat dan waktu yang lama, issue secara tidak sadar mungkin sering membawa kita emosi. Secara alamiah dan spontan komunikasi tatap muka sering menghasilkan kepentingan dan kesulitan yang mengakibatkan berlalunya waktu percuma.

Hal ini menghendaki keahlian. Semua situasi komunikasi bisnis menghendaki keterampilan, tetapi komunikasi tatap muka menghendaki keterampilam khusus untuk sukses. Sejak peranan tatap muka digunakan dalam perjanjian untuk menyelesaikan manajemen secara objek, pimpinan sering mengangkat mereka karena mereka adalah manusia dan bisa berbicara, mereka bisa sukses karena berkomunikasi dengan pegawai.

Komunikasi tatap muka menghendaki keterampilan komunikasi, mendengarkan secara efektif, dan menangani konflik dan reaksi negatif. Semua memerlukan keterampilan perjanjian, begitu banyak latihan, seminar untuk memperbaiki keterampilan ,pengawas memerlukan waktu dalam mengembangkan keterampilan pada saat-saat ini.

Jika anda memberikan tindakan evaluasi, mengarahkan sesuatu interview untuk seleksi atau hanya mendengankan masalah pegawai, anda harus mempertimbangkan beberapa komponen yang penting yaitu, keterbukaan, kepercayaan, pendorong dan tujuan kegiatan yang jelas. Karakteristik-karakteristik ini menggambarkan iklim komunikasi ideal face to face, dengan memahami setiap komponen ini dan kontribusinya kepada iklim komunikasi ideal.

Tanpa pertukaran pikiran antara penyelia atau supervisor dengan pegawai sangat sulit untuk mendapatkan tujuan kerja. Manajer sering mendapatkan tujuan kerja. Manajer sering membutuhkan kritik dari pegawainya, semakin iklim terbuka maka semakin suka pegawai membagi informasinya. Mengarahkan komunikasi atau face to face dengan pegawai adalah lebih mudah ketika hubungan ditandai oleh suatu kepercayaan yang tinggi. Pegawai yang tidak mempercayai penyelia mereka cenderung untuk bertahan, mengelak, dan mungkin agresif dalam tingkah laku mereka. Semakin percaya dalam berhubungan maka semakin mengingat pergaulan dan penyelia dalam pertukaran informasi yang bebas.

Karakteristik iklim komunikasi ideal lebih berorientasi pada tingkah laku, juga karakteristik tersebut lebih mempertimbangkan dengan dimensi hubungan tingkah laku penyelia dan pegawai. Karakteristik terakhir, tujuan kerja yang jelas berarti lebih spesifik atas tugas atau kerja yang butuh diselesaikan.

Ketika anda menata tujuan kerja yang jelas untuk pegawai, tugas anda dalam manajemen menjadi lebih mudah. Pegawai yang mengetahui apa yang diharapkan dari mereka lebih termotivasi untuk tampil lebih baik. Dalam membangun tujuan kerja yang jelas anda harus yakin bahwa tujuan anda mempunyai dua kualitas, yaitu pertama mereka dapat diukur. Anda harus dapat mengukur apakah pegawai telah sukses atau belum dalam memenuhi suatu tujuan. Karakter pribadi seperti dapat dipercaya, ketergantungan, dan tingkah laku yang baik adalah sulit untuk diukur. Jagalah tujuan kerja yang baik.

Kedua, tujuan anda harus dapat diamati. Anda dapat mengamati suatu tujuan, mungkin itu bukan bagian dari kontrak anda dengan pegawai anda. Ingat orientasi tujuan kerja anda dan fokuskan pada tugas yang kamu dapat amati. Hal ini dapat membuat evaluasi anda objektif dan menolong untuk mengurangi kebertahanan karena adanya interprestasi dari yang lainnya. Karakteristik dari komunikasi ideal, keterbukaan, kepercayaan, pendorong dan tujuan kerja yang jelas dapat menolong anda mengembangkan komunikasi tatap muka anda.

Sukses dengan yang satu penyelia atau supervisor akan mengatasi situasi yang terduga tergantung pada seberapa besar kemampuan penyelia atau supervisor untuk terbuka, mempercayai, dan orientasi tujuan. Tanpa komponen ini praduga objectif yang benar akan menjadi sulit untuk didapat. Pembangunan dari kualitas - kualitas ini membutuhkan keahlian. Seksi selanjutnya memberikan beberapa saran praktis untuk mendapatkan situasi yang sangat praktis untuk mendapatkan situasi diluar komunikasi tatap muka.

Cara terbaik untuk mempersiapkan interaksi atau tatap muka yang baik adalah mengantisipasi baik buruknya kemungkinan reaksi dari karyawan. Berorientasi pada informasi akan sangat membantu anda dalam melakukan penilaian suatu penampilan atau hanya mendengarkan perhatian karyawan tentang prosedur baru. Tanpa informasi dari para karyawan adalah sangat sulit bagi supervisor untuk melakukan pekerjaannya secara efektif. Dalam pengertian informasi adalah kekuatan.

Kemampuan anda membuat keputusan sendiri akan terlihat dengan seberapa baik anda berorientasi. Mendengarkan adalah salah satu dari keterampilan yang sangat penting untuk digunakan dalam situasi tatap muka. Melalui pendengaran efektif anda mendapat petunjuk dan informasi yang berhubungan dengan masalah-masalah karyawan, juga para supervisor yang mendengarkan seefektif menunjukkan perhatian dan pemahaman dari kebutuhan dan motivasi karyawan pemahaman ini sering dalam mengembangkan karyawan yang termotivasi untuk berlaku baik.

Dikatakan komunikasi tatap muka karena ketika komunikasi berlangsung komunikator dan komunikan saling berhadapan sambil saling melihat. Dalam situasi komunikasi seperti ini komunikator dapat melihat dan mengkaji diri si komunikan secara langsung. Karena itu, komunikasi tatap muka sering kali disebut juga komunikasi langsung ( direct communication). Komunikator dapat mengetahui efek komunikasinya pada saat itu juga.

Tanggapan atau respons komunikan itu tersalurkan langsung kepada komunikan. Oleh sebab itu pula sering dikatakan bahwa dalam komunikasi tatap muka arus balik atau umpan balik (feedback) terjadi secara langsung. Arus balik atau umpan balik adalah tanggapan komunikan yang tersalurkan kepada komunikator. Dengan lain perkataan, komunikator mengetahui tanggapan komunikan terhadap pesan yang disampaikan kepadanya.

Tidak selalu tanggapan menjadi arus balik. Situasi seperti ini sering kali terjadi pada komunikasi bermedia, komunikasi memberikan tanggapan tetapi tanggapannya itu belum tentu diketahui komunikator karena tidak tersalurkan kepadanya.

Berdasarkan jumlah komunikan yang dihadapi komunikator, komunikasi tatap muka diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu komunikasi antar per¬sonal dan komunikasi kelompok.

1. Komunikasi antar personal
Komunikasi antar personal ( interpersonal communication ) adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya dialogis, berupa percakapan. Arus baliknya bersifat langsung. Komunikator mengetahui pasti apakah komunikasinya itu positif atau negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak, ia dapat menyakinkan komunikan ketika itu jugs karena ia dapat memberi kesempatan kepada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.

Pentingnya situasi komunikasi antar personal seperti itu bagi komunikator ialah karena ia dapat mengetahui diri komunikan selengkap-lengkapnya. Ia dapat mengetahui namanya, pekerjaannya, pendidikannya, pengalamannya dan sebagainya. Yang penting artinya untuk mengubah sikap, pendapat atau perilakunya. Dengan demikian komunikator dapat mengarahkan ke suatu tujuan sebagaimana ia inginkan.

2. Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok ( group communication ) termasuk komunikasi tatap muka karena komunikator dan komunikan berada dalam situasi saling berhadapan dan saling melihat.
Sama dengan komunikasi antar personal, komunikasi kelompok pun menimbulkan arus balik langsung. Komunikator mengetahui tanggapan komunikan pada saat sedang berkomunikasi sehingga apabila disadari bahwa komunikasinya kurang atau tidak berhasil ia dapat segera mengubah gayanya atau sikapnya.

Komunikasi kelompok adalah komunikasi dengan sejumlah komunikasi. Karena jumlah komunikan itu menimbulkan konsekuensi, jenis ini diklasifikasikan menjadi komunikasi kelompok kecil dan komunikasi kelompok besar. Dasar pengklasifikasiannya bukan jumlah yang dihitung secara matematis, melainkan kesempatan komunikan dalam menyampaikan tanggapannya.

a. Komunikasi kelompok kecil
Suatu Situasi komunikasi dinilai sebagai komunikasi kelompok kecil, apabila situasi komunikasi seperti itu dapat diubah menjadi komunikasi antar personal dengan setiap komunikan. Dengan lain perkataan, antara komunikator dengan setiap komunikan dapat terjadi dialog atau tanya jawab. Dibandingkan dengan komunikasi antar personal, komunikasi kelompok kecil kurang efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan perilaku komunikan karena diri tiap komunikan tidak mungkin dikuasai seperti halnya pada komunikan komunikasi antar personal. Dibandingkan dengan komunikasi kelompok besar, komunikasi kelompok kecil lebih bersifat rasional. Ketika menerima suatu pesan dari komunikator, komunikan menanggapinya dengan lebih banyak menggunakan pikiran , daripada perasaan.

b. Komunikasi kelompok besar
Suatu situasi komunikasi dinilai sebagai komunikasi kelompok besar jika antara komunikator dan komunikan sukar terjadi komunikasi antar pesonal. Pada situasi komunikasi seperti ini para komunikan menerima pesan yang disampaikan komunikator lebih bersifat emosional. Lebih-lebih jika komunikan hiterogen, beragam dalam usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, pengalaman dan agama.

Demikian beberapa hal mengenai komunikasi tatap muka yang sifatnya dua arah timbal balik dan menimbulkan arus balik seketika. Seperti dikatakan tadi, komunikasi jenis ini sangat ampuh untuk mengubah sikap, pendapat dan perilaku komunikasi karena dengan mengetahui reaksi komunikan pada saat komunikasi sedang dilancarkan, komunikator dapat mengatur komunikasi sehingga berhasil sebagaimana diharapkan.

Finish



Sebelumnya :
Latar Belakang Dan Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis - Bagian I
Latar Belakang Dan Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis - Bagian II

Jadikan setiap Postingan untuk ajang DISKUSI dan saling BERBAGI agar ilmu anda semakin berkembang dan berguna bagi orang lain.

Gunakan Kolom Komentar di bawah ini untuk menyampaikan PENDAPAT/ OPINI sebagai bentuk partisipasi untuk mencerdaskan bangsa.



Anda Akan Menyukai ini :


read more

Latar Belakang Dan Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis - Bagian II

0 komentar
2. Elemen-elemen komunikasi

Murphy menyatakan elemen komunikasi adalah :
a. Sender-write, speker, encoder ( pengirim, penulis, pembicara, pembuat pesan )
b. Message ( pesan )
c. Medium-letter, memo, report, speech, chart, etc ( media surat, memo, laporan, materi pembicaraan, peta dan sebagainya )
d. Receiver-reader, listener, perceiver, decoder ( penerima, pembicara, pendengar, pengamat )

Seseorang pengirim komunikasi ( sender ), apakah ia melakukannya dengan menulis pidato, ini sangat tergantung kepada tujuan. Dan seseorang sender itu harus menjadi encoder, mencoba memilih simbol, atau kata-kata yang dapat dimengerti oleh penerima agar ia dapat menerimanya secara bermakna. Simbol -simbol ini dapat berbentuk ekspresi wajah, bersalaman, gerakan badan, penampilan dan sebagainya. Apa yang diterima oleh penerima belum tentu dimengerti oleh penerima. Jika penerima tidak dapat menerimanya secara benar maka dalam hal ini terjadi miskomunikasi. Oleh sebab itu gagal atau berhasilnya komunikasi yang telah dilakukan ditentukan oleh balikan feedback) yang diterima. Mengenai medium yang akan digunakan sangat tergantung pada hubungan antara sender dan receiver. Apakah yang akan diberi komunikasi itu bawahan, atasan, langganan, mahasiswa dan sebagainya. Kertas surat misalnya yang akan digunakan untuk bawahan pasti berbeda dengan kertas surat digunakan untuk atasan.

3. Motivasi untuk komunikasi

Orang mencoba mencari informasi dan berkomunikasi karena didorong oleh motivasi untuk :
a. Mengurangi ketidakpastian
Seringkali kita merasa kurang paham, kurang pengetahuan tentang segala sesuatu. Oleh sebab itu mendorong kita untuk mencari informasi dan berkomunikasi dengan orang lain atau dengan apa yang dapat memberi informasi tentang apa yang kita butuhkan. misalnya kita ingin tahu suatu barang maka sebagai konsumen kita akan bertanya pada penjual.
b. Memecahkan masalah
Karena kurang informasi dan komunikasi maka selalu timbul keraguan sehingga tidak dapat mengambil keputusan dalam memecahkan suatu masalah misalnya barang yang mana yang akan dibeli karena banyak barang yang serupa.
c. Meningkatkan keyakinan
Komunikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan keyakinan, apa yang sudah kita ketahui. Para calon konsumen sudah banyak mengetahui tentang kosmetik misalnya. Konsumen ini masih mencari informasi guna meningkatkan, memastikan ( konfirmasi ) keyakinannya.
d. Kontrol situasi
Berhubung adanya situasi baru bagi calon konsumen terhadap barang mode baru, nampaknya bisa membingungkan maka mereka memerlukan komunikasi dengan para penjual yang dapat memberi informasi. Dengan demikian is dapat mengontrol situasi yang sedang berjalan guna mengarahkan langkah apa yang akan ditempuh.
e. Balikan ( feedback )
Kebutuhan akan komunikasi dirasakan sebagai balikan dari apa yang dirasakan sudah berjalan lancar. Dengan adanya balikan maka komunikasi yang berjalan selama ini dapat diperbaiki seandainya ada hal-hal yang kurang baik.

C. TUJUAN KOMUNIKASI

Yang menjadi tujuan dari setiap proses komunikasi adalah :
a. Menciptakan pengertian yang sama atas setiap pesan dan lambang yang disampaikan, dengan maksud apa yang kita sampaikan itu dapat dimengerti oleh komunikan dengan sebaik-baiknya sehingga mereka dapat mengerti dan mengikuti apa yang kita maksudkan.
b. Merangsang pemikiran pihak penerima untuk memikirkan pesan dan rangsang yang is terima, supaya gagasan tersebut dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasif, bukan memaksakan kehendak.
c. Melakukan suatu tindakan yang selaras sebagaimana diharapkan dengan adanya penyampaian pesan tersebut yaitu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Menggerakkan sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan, kegiatan yang dimaksud disini adalah kegiatan yang lebih banyak mendorong namun yang penting harus diingat adalah bagaimana cara yang baik untuk melakukannya.
d. Memahami orang lain, kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya.
Jadi nyatalah pada kita bahwa setiap proses komunikasi pasti mempunyai tujuan yang tertentu yaitu mempengaruhi komunikan atau penerima pesan untuk bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator atau pemberi pesan, mengharapkan pengertian, dukungan, gagasan dan tindakan setiap kali kita bermaksud mengadakan komunikasi maka kita perlu meneliti apa yang menjadi tujuan kita.

Tujuan kita tersebut :
1. Apakah kita ingin menjelaskan sesuatu kepada orang lain. Ini dimaksudkan apakah kita menginginkan supaya orang lain mengerti dan dapat memahami apa yang kita maksudkan.
2. Apakah kita ingin supaya orang lain menerima dan mendukung gagasan kita. Dalam hal ini tentunya cara penyampaian akan berbeda dengan cara yang dilakukan diatas.
3. Apakah kita ingin supaya orang lain tersebut mengerjakan sesuatu atau supaya mereka mau bertindak.

Dengan menyadari kenyataan tersebut diatas maka pada dasarnya komunikasi merupakan kepentingan baik fihak komunikator maupun fihak komunikan. Untuk itu terciptanya KOMUNIKASI DUA ARAH / TIMBAL BALIK penting artinya.

Untuk mencapai hasil komunikasi yang diharapkan dan untuk menghindarkan hal-hal yang mudah menghambatnya, maka perlu diketahui prinsip-prinsip komunikasi adalah :
1. Prinsip " Hilang dalam perjalanan " ( Principle of line loss )
Prinsip ini mengatakan bahwa efektivitas suatu komunikasi condong berubah menurut jaraknya. Artinya makin banyak orang campur tangan dan makin jauh jarak komunikator dengan komunikan maka makin besar kemungkinannya bahwa maksud dan pesan komunikan itu diputar balikkan ditunda atau dihilangkan. Hal demikian disebabkan oleh sifat manusia pada umumnya yang subyektif, dimana masing-masing otak dan lidah orang yang meneruskan komunikasi cenderung merubah atau melemahkannya sehingga keluar dari makna pesan semula.
2. Prinsip " Himbauan emosional " ( Principle of Emotional Appeal )
Himbauan emosi ( appeal to emotion ) lebih cepat dikomunikasikan daripada himbauan pada akal pikiran ( appeal to reason ). Maksudnya ialah bahwa agar komunikan mengerti makna pesan perlu dicari ( gantungan emosi ). Gagasan atau idea akan lebih didengar dan dimengerti orang kalau dihubungkan dengan kepentingan pribadi komunikan.
3. Prinsip Aplikasi ( Principle of Aplication )
Makin banyak suatu cara komunikasi dipraktekkan, maka makin banyak dimengerti dan dikenangkannya. Manusia bersifat lupa sehingga oleh karenanya agar pesan atau informasi terikat dalam ingatan orang ( selalu diingat ), perlu diulang-ulang. Pengulangan ini dapat menimbulkan daya kenang pada komunikan dan mengurangi kemungkinan perubahan maknanya. Tentu saja harus dijaga jangan sampai membosankan. Didalam hidup manusia maka informasi mempunyai peranan yang penting, 90 % kegiatan manusia dilakukan dengan berkomunikasi. Didalam komunikasi maka terjadilah sebenarnya proses penyesuaian diri manusia dengan situasinya, sebagaimana juga usaha untuk menguasai keadaan , karena itulah maka manusia berkomunikasi.

Informasi adalah nama untuk kegiatan pengawasan terhadap apa yang ditukar menukar dengan dunia luar, sehingga kita dapat menyesuaikan diri terhadapnya dan berdasarkan informasi tersebutmemang merasakan bahwa penyesuaian terjadi karenanya. Selanjutnya bahwa proses penyesuaian diri adalah sebenarnya penggunaan kegiatan komunikasi dalam arti menggunakan dan menerima informasi. Jadi betapa pentingnya proses penerimaan dan pengiriman informasi untuk hidup manusia lebih-lebih dalam komunikasi bisnis atau dunia usaha.

D. KOMPONEN-KOMPONEN KOMUNIKASI

Bertitik tolak dari pada pengertian komunikasi maka kita dapat mengetahui bahwa variabel atau komponen komunikasi meliputi :
a. Komunikator / Communication yaitu subyek yang menerima pesan / informasi atau berita.
b. Komunikan / Communicate yaitu subyek yang menerima / dituju berita yang dikirimkan
c. Pesan / berita / warta ( message )
d. Respon / response yaitu tanggapan
e. Media / tool / technology yaitu alat yang dipergunakan untuk menyampaikan warta / pesan.
Selanjutnya tingkat keberhasilan suatu komunikasi sangat dipengaruhi oleh faktor atau variabel tersebut diatas. Sudah barang tentu harapan kita adalah komunikasi yang kita laksanakan merupakan komunikasi yang effisien dan baik. Komunikasi yang baik pada umumnya mempunyai ciri :
a. pesan yang disampaikan jelas
b. penerimaan warta dalam situasi yang tepat / siap c. cara yang digunakan effisien

Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut :




Contoh :
Kita menyampaikan suatu pesan kepada rekan sambil berjalan. Cara ini mudah atau murah akan tetapi belum effisien, sebab bisa-bisa terjadi tujuan daripada pesan kita ternyata belum dimengerti oleh teman kita itu. Komponen tersebut diatas adalah merupakan suatu kesatuan yang utuh di dalam proses komunikasi. Keberhasilan suatu komunikasi acapkali ditentukan sejauh mana ketiga komponen itu serasi dan selaras satu sama lain atau dengan rumusan lain berhasilnya suatu komunikasi yaitu apabila komunikasi bertindak sesuai dengan isi informasi, berita, pesan dari komunikator. Hal ini banyak tergantung :
1. Unsur manusia dengan pengaruh kompleksitas latar belakang sosial budaya.
2. Kebutuhan, minat, relevansi informasi, berita atau pesan bagi komunikan.
3. Ketetapan atau kesesuaian penggunaan media, alat, saluran dan metode atau cara penyampaian informasi, berita atau pesan dari komunikator.

Dengan demikian maka di dalam komunikasi atau usaha memberitahukan atau menyebarkan informasi, berita atau pesan agar isinya oleh orang lain, ketiga komponen diatas perlu dipertimbangkan sebagai variabel-variabel yang akan banyak berpesan terhadap keberhasilan komunikasi.

Secara lebih lengkap komponen-komponen itu sebagai suatu proses, yaitu siapa ( who ), mengatakan apa ( says what ), dalam saluran mana ( in which channel ), kepada siapa ( to whom ) dengan pengaruh bagaimana ( which what effect ) ?

Dari rumusan ini , hal yang paling penting dipethatikan untuk mengukur keberhasilan proses komunikasi adalah mengetahui bagaimana pengaruhnya kepada komunikan (with what effect) . Hasil suatu komunikasi sering ditentukan pula oleh beberapa faktor seperti situasi (subyektif dan obyektif), kebutuhan pribadi ( personal need ), komunikator dan komunikan seperti telah disebutkan diatas. Selain dari itu juga tuntutan-tuntutan masyarakat terhadap seseorang ataupun harapan pribadi dari masyarakatnya (social needs).

Lanjut Ke Latar Belakang Dan Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis - Bagian III

Sebelumnya :
Latar Belakang Dan Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis - Bagian I


Jadikan setiap Postingan untuk ajang DISKUSI dan saling BERBAGI agar ilmu anda semakin berkembang dan berguna bagi orang lain.

Gunakan Kolom Komentar di bawah ini untuk menyampaikan PENDAPAT/ OPINI sebagai bentuk partisipasi untuk mencerdaskan bangsa.



Anda Akan Menyukai ini :


read more
 

Komentar

Postingan Terakhir