Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out
Showing posts with label Modul Asuransi. Show all posts
Showing posts with label Modul Asuransi. Show all posts

Wednesday, June 16, 2010

Teknik Pengolahan Asuransi Jiwa - Industri Asuransi

Wednesday, June 16, 2010
0 komentar
Industri asuransi dapat merupakan salah satu industri yang paling berhasil guna dan beroperasi paling tepat guna dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendukung operasi dan cara kerja industri asuransi dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan masing-masing negara yang dapat tidak sama satu dengan lainnya.

Terdapat banyak cara untuk mengelompokkan organisasi yang menyediakan jasa asuransi, yang dalam kelompok besar terdiri dari dua kelas yaitu swasta dan pemerintah Dalam masing-masing kelas ini terdapat banyak kategori penyedia jasa asuransi.

Perusahaan asuransi swasta menyediakan banyak jenis asuransi, beberapa perusahaan menjual asuransi jiwa dan anuitas, beberapa perusahaan menjual asuransi kecelakaan dan kesehatan serta beberapa perusahaan menjual asuransi kerugian. Perusahaan yang menyediakan lebih dari satu jenis asuransi disebut asuraclur jenis-ganda ("multiline insurer"). Dalam kategori perusahaan asuransi swasta terdapat beberapa jenis perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi perseroan merupakan organisasi yang diorganisasikan dan diikat di bawah peraturan perundangan dengan tujuan mencari laba bagi pemegang saham. Struktur perusahaan sama dengan perusahaan lainnya, pemegang polls dapat merijadi pemegang saham, yang setiap tahunnya dapat memperoleh dividen dari laba tisahanya Dalam perusahaan asuransi perseroan, direksi dan pejabatnya bertanggung jawab pada pemegang saham.

Secara tradisional, perusahaan asuransi perseroan menerbitkan beban tentu, polis non-partisipasi, dimana pemilik polls tidak berhagi laba, tabungan atau kerugian yang dapat terjadi dalam operasi perusahaan.

Setiap polis mempunyai elemen yang tetap dan tentu. Tetapi, perusahaan perseroan ini kadang menerbitkan polis partisipasi yang memungkinkan adanya pembayaran dividen kepada pemilik polis. Usaha asuransi jiwa merupakan suatu usaha yang amat khusus dan diikat oleh suatu undang-undang asuransi, perusahaan asuransi dapat beroperasi bila memenuhi ketentuan undang-undang yang menetapkan jumlah modal dan surplus minimal Misalnya persyaratan untuk mendapatkan izin usaha perusahaan asuransi jiwa perseroan di Indonesia harus mempunyai modal disetor sekurang-kurangnya sebesar Rp 2.000.000.000 (Peraturan Pernerintah Nomor 73 tahun 1992). Persyaratan ini cenderung untuk meyakinkan bahwa perusahaan mempunyai dana yang cukup untuk melaksanakan operasi normal dan mempunyai dana "contingency" untuk menghadapi gejolak batik dalam pengalanian operasi.

Daftar ISI :

Jenis Perusablan Asuransi
Cara Penjualan Asuransi
Evaluasi Perusabaan Asuransi Jiwa
Pertanyaan-pertanyaan

Untul Lebih Lengkapnya Silahkan Download :
Teknik Pengolahan Asuransi Jiwa - Industri Asuransi.pdf

Anda Akan Menyukai ini :

read more

Teknik Pengolahan Asuransi Jiwa - Kegunaan Asuransi Jiwa

0 komentar

Tahap pertama dalam mempelajari asuransi jiwa adalah memahami kegunaan perangkat asuransi jiwa dan peran yang
dilakukannya untuk perorangan dan kelompok. Bab ini akan mencoba untuk menjelaskan kegunaan danperan asuransi jiwa dengan cam pembahasan konsep risiko dan penggambaran bagaimana asuransi dirancang secara unik untuk mengganti ketidak pastian risiko dengan jaminan.

Dalam setiap jaman, orang telah berusaha untuk mendapatkan kramanan keuangan untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang bergantung padanya. Kita semua menginginkan adanya keamanan, 1cPqrnAnan adalahkedamaianbatin dan teibebas dari rasa kekawatiran. Ketidak amanan dapat berupa keraguan, ketakutan, dan tekanan. Kebanyakan kegiatan ekonomi yang kita lakukan ditujulcan untuk memenuhi beberapa kebutuhan dan pencapaian suatu tingkat keamanan.

Dalam kenyataan, keamanan keuangan yang seinpuma hanya merupakan ilusi karena sebagian disebabkan masalah universal seperti kematian, sakit, kecelakann, dan carat Masalah-masalah ini dapat menyerang pada setiap saat dan tanpa pemberita huan Kematian dapat menyerang setiap orang dan setiap saat, bilakejadianini menimpa jiwa orang yang menghidupi suatu keluarga, maka anggota keluarga yang masih hidup sexing mendapat kesukaran bila mereka tidak ditinggali pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasamya. Sebaliknya, banyak orang juga menghadapi masa depan keuangan yang kurang menyenanecan, yaitu dalam menjalani masa tua. Sakit dan carat juga dapat mengancam kevangan, bahkan lebih daripada kematian. Kecelakaan dengan mudah dapat menghasilkan bencana yang berasal dari biaya pengobatan dan ketidakmampuan belceij a dalam beberapa bulan bahkan beberapa tahun.

Asuransi dikembangkan untuk menghasilkan pemecahan praktis bagi ketidakpastian dan kerugian ekonomis. Asuransi jiwa yang berdasar pada prinsip-prinsip aktuaria atau matemalika menjamin adanya sejumlah uang untuk kematian seseorang yang drasumnsikan Asuransi kesehatan juga dikembaneran berdasar prinsip ilmiah untuk menyediakan dana biaya pengobatan akibat sakit atau kecelakaan dan untuk meliput kerugian pendapatan selama cacat. Anuitas menyediakan suatu aliran penghasilan dalam bentuk deretan pembayaran kepada anuitan (penerima anuitas) untuk suatu jangka waktu tertentu atau seumur hidupnya. Kekhususan utama asuransi adalah janji untuk mengganti kepastian ekonomis masa depan bagi ketidak pastian dan untuk mengganti ketidak tahuan dalam arti keamanan.

Asuransi jiwa dapat didefinisikan dari dua perspektip, yaitu linenangan masyaralcat dan perorangan. Dari sudut pandang linglrang/In rflasyarakat, asuransi jiwa dapat didefmisikan sebagai perangkat sosial' pengalihan risiko keuangan perorangan akibat kematian ke kelompok orang, dan melibatkan suatu proses akumulasi dana oleh kelompok ini yang berasal dari perorangan anggota kelompok unmk memenuhi kerugiankeuangan yang tidak pasti akibat kematian. Definisi ini mempunyai dua elemen kunci, pertarna, agar terdapat asuransi hams terdapat pengalihan risiko dari perorangan ke kelompok. Kedua, hams terdapat berhagi risiko oleh anggota kelompok.

Dari sudut pandang perorangan, asuransi jiwa dapat didefmisikan sebagai suatu perjanjian (polis asuransi) yang mana satu pihak (pemilik polls) membayar membayar suatu petangsang (premium) kepada pihak lain (penanggung) sebagai imbalan persetujuan penanggung untuk membayar jumlah tertentu jika orang yang ditanggung meninggal. Dalam definisi ini, penekanan ada pada aspek hukum dan keuangan.

Dengan demikian kegunaan asuransi adalah untuk memberikan perliminngan ekonomis terhadap kerugian yang mungkin terjadi akibat suatu kemung)cinan kejadian. sepern kematian, sakit atau kecelakaan. Perlindungan ini disediakan melalui polls asuransi, yang merupakan suatu perangkat penghimpun dana untuk mencapai kerugian yang tidak pasti. Polls asuransi adalah kontrak ikatan yang menetapkan janji dan kewajiban perusahaan sebagai berikut:

Untuk suatu jumlah uang (premi), satu pihak (asuradur) setuju untuk membayar pihak lain (tertanggung atau warisnya) suatu jumlah uang (manfaat) atas terjadinya suatu kejadian.
Dalam kasus asuransi jiwa, manfaat ini dibayarkan bila tertanggung meninggal dunia. Dalam kasus asuransi kesehatan, manfaat dibayarkan jika dan bila tertanggung membayar biaya pengobatan atau raenjadi cacat seperti yang tertuang dalam kontrak.

Daftar ISI :

Pecan Asuransi Konsep Risiko
Dasar-dasar Ekonomis Asuransi Jiwa
Obyektip Asuransi Jiwa
Elemen Pembebanan Asuransi Jiwa
Pertanyaan-pertanyaan

Untul Lebih Lengkapnya Silahkan Download :

Teknik Pengolahan Asuransi Jiwa - Kegunaan Asuransi Jiwa.pdf

Anda Akan Menyukai ini :

read more

Sunday, June 6, 2010

Pengukuran Resiko dalam Asuransi Jiwa

Sunday, June 6, 2010
0 komentar

Pola penyelenggaraan asuransi mempunyai suatu karakteristik tersendiri bila dibanding dengan pengelolaan pada bidang keuangan lainnya, keunikan ini tidak akan dapat dimengerti bila kita tidak mengembangkan apresiasi yang cukup tentang dasar-dasar matematikanya.
Beberapa pengukuran ilmiah tentang resiko amat diperlukan bila asuransi akan dihargai dengan baik, pengukuran resiko ini merupakan dasar dari setiap sistem asuransi dan dimungkinkan melalui penerapan aturan nilai kemungkinan.

1. Hukum-hukum Nilai Kemungkinan
Terdapat tiga hukum nilai kemungkinan yang digunakan dalam asuransi jiwa dan kesehatan, yaitu :
(1) hukum kepastian
(2) hukum nilai kemungkinan sederhana dan
(3) hukum nilai kemungkinan berganda.
Penggunaan prinsip-prinsip tersebut memudahkan penggambaran matematik re¬siko sebagai berikut:

1. Kepastian dapat dinyatakan oleh kesatuan atau 1.
2. Nilai kemungkinan sederhana atau nilai kemungkinan atau kemung-kinan bahwa suatu kejadian akan terjadi dapat dinyatakan oleh bilangan pecahan yang bemilai antara 0 dan 1.
3. Nilai kemungkinan berganda atau kemungkinan bahwa dua kejadian yang tidak bergantungan akan terjadi merupakan hasil dari kemungkinan kejadian yang terpisah dari masing-masing.
Pernyataan umum metoda untuk menetukan nilai kemungkinan sederhana adalah pembagi (penyebut) sama dengan jumlah keseluruhan kejadian-kejadian yang mungkin, sedangkan pembilang terdiri dari kejadian.
Pernyataan bahwa jumlah dari seluruh nilai kemungkinan yang terpisah sama dengan 1 berdasar pada asurnsi bahwa kejadian-kejadian tersebut saling bebas (mutuall), exclusive). Kejadian dikatakan sating bebas, bila kemunculan satu kejadian tidak mempengaruhi kemungkinan kemunculan kejadian lainnya. Misal, jika sese¬orang meninggal pada usia 35 tahun, maka ia tidak dapat meninggal pada usia 36 tahun atau pada usia lainnya.
Nilai kemungkinan berganda bahwa kedua kejadian yang saling bebas akan terjadi sama dengan produk dari nilai kemungkinan sederhana dari masing-masing kejadian secara terpisah. Misal terdapat dua uang logam untuk undian, ingin diketahui kemungkinan hahwa keduanya terbuka di sisi yang sama. Karena telah diketahui bahwa kemungkinan masing-masing uang logam akan terbuka di satu sisi adalah 1/2, maka nilai kemungkinan kedua uang logam akan terbuka di satu sisi adalah 1/4 (1/2 x 1/2).
Sesuai dengan hukum nilai kemungkinan berganda, nilai kemungkinan merupakan produk dari dua nilai kemungkinan sederhana hanya bila kedua kejadian tersebut saling bebas. Kedua kejadian dikatakan saling bebas, bila satu kejadian tidak mempengaruhi kejadian yang lainnya.

2. Penggunaan Nilai Kemungkinan untuk Penaksiran Kejadian di Masa Depan
Ketiga hukum nilai kemungkinan di alas amat herguna dalam melakukan penaksiran kejadian yang mirip di masa depan, dimana kejadian tersebut dapat dinyatakan dalam salah satu pernyataan :
(1) dengan alasan deduktip dart
(2) dengan alasan induktip.
Keabsahan alasan deduktip bergantung dari kelengkapan dimana semua penyebab dalam penetapan fenomena ini diketahui. Dalam pengundian dengan menggunakan uang logam merupakan salah satu contoh, karena dengan kemampuan pen-gamatan didapati bahwa kemungkinan akan terbuka salah satu sisi adalah 1/2. Alasan deduktip ini tidak dapat diterapkan dalam kebutuhan asuransi, karena tidak dapat menaksir nilai kemungkinan kerugian. Tetapi dapat ditaksir secara induktip, dengan cara arus logika dari asumsi bahwa kejadian dimana lalu akan terjadi lagi di masa mendatang bib dalam kondisi yang sama. Alasan secara induktip ini tidak memerlukan analisis penycbab fenomena untuk dapat menaksir kejadian di masa mendatang.
Oleh karena itu akasan induktip ini digunakan dalam asuransi jiwa, dari data yang menunjukkan usia saat meninggal di masa lalu, nilai kemungkinan kematian dan kehidupan untuk masa depan ditaksir. Taksiran ini bcrdasar pada asumsi keber-lakuan hukum mortalita, hukum ini menyatakan hahwa suatu penyebah scdang beroperasi dalam suatu kelompok orang dimana sejumlah orang akan meninggal setiap tahun sampai keseluruhan orang tersebut meninggal.

Untuk Membaca Pengukuran Resiko dalam Asuransi Jiwa Silahkan Download :

Pengukuran Resiko dalam Asuransi Jiwa.pdf

Anda Akan Menyukai ini :

read more
 

Komentar

Postingan Terakhir