Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Sunday, October 10, 2010

Akuntansi Biaya - Akuntansi Biaya dan Penentuan Kos

Sunday, October 10, 2010

Manajemen puncak terdiri dan orang-orang yang bertugas mengambil keputusan, memberikan perintah, membentuk kebijaksanaan, dan mengarahkan agar semua orang mendukung kebijaksanaan perusahaan. Secara keseluruhan fungsi manajemen meliputi fungsi perencanaani pengorganisasian dan pengendalian. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Fungsi-fungsi tersebut dibentuk mengingat dalam suatu perusahaan akan terlibat orang-orang yang mendukung berjalannya suatu organisasi. Masing-masing orang mempunyai peranan yang berbeda dan kesemuanya terlibat aktivitas kerja dalam mencapai satu tujuan bersama (yang disepakati). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukannya adanya satu komando agar pelaksanaan tugas dapat terkoordinir. Satu komando ini diperlukan untuk mehgarahkan berbagai pihak yang terlibat dalam suatu jalinan kerjasama sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan efisien.

Mengingat masing-masing pihak mempunyai peranan yang berbeda dan sekaligus menciptakan kerjasama, maka perlu ditetapkan batas-batas yang jelas agar aktivitas kerja masing-masing pihak tidak saling tumpang tindih. Oleh karena itu masing-masing fungsi &lam "organisasi harus ditetapkan sampai sejauh mana wewenang seseorang dalam fungsi dan jabatan yang terlekat pada dirinya (authority). Di samping itu harus ditetapkan pula tanggung jawab (responbility) dan tingkat pertanggungjawaban (accountability) dalam tugas dan jabatannya tersebut.

Dalam rangka pengendalian operasi perusahaan manajemen ingin memperoleh umpan balik (feedback) sampai sejauh mana wewenang yang telah didelegasikan kepada bawahan telah digunakan dengan sebaik-baiknya. Umpan balik ini berupa informasi yang dapatmemberikan gambaran pelaksanaan tugas para bawahan yang meliputi seberapakah target operasi telah terpenuhi dan sejauh mana operasi tersebut telah menyerap dana perusahaan. Hal ini berarti umpan balik yang diharapkan akan berupa berapa biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam satu periode dan berapa kuantitas yang dihasilkannya.

Apabila umpan balik tersebut diterapkan dalam suatu industri maka akan terlihat komposisi umpan balik dalam proses produksi akan memegang peranan yang dominan. Hal ini mengingat aktivitas produksi merupakan aktivitas utama dalam perusahaan tersebut. Sehingga umpan balik tersebut bermanfaat untuk menilai apakah target telah tercapai dan seberapa jauh prestasi yang dicapai oleh aparat produksi yang dimiliki perusahaan.

DAFTAR ISI :

BAB I AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS
A. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA
B. TAHAPAN PROSES PRODUKSI
C. KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN
D. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS
E. TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL

Download Links :
BAB I AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS

0 komentar:

Post a Comment

 

Komentar

Postingan Terakhir