Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Saturday, May 1, 2010

Akuntansi Manajemen Lanjutan

Saturday, May 1, 2010

Dalam Bab terdahulu kita tidak sempat mendiskusikan biaya dalam pengaruhnya pada Responcibility Accounting. Pada kesempatan inilah kita akan membicarakan: Direct Costing, Full Costing, Differencial Costing dan Responcibility serta pengaruh pembiayaan tersebut.

1.1. PENGERT1AN CARA PEMB1AYAAN

1.1.1. Direct Costing.

Memperhatikan istilahnya, kita dapat menterjemahkan Direct Costing sebagai "Pembiayaan langsung". Dibalik itu kita melihat bahwadalam Direct Costing, penetapan biaya, diutamakan beban-bban biaya langsung dan biaya-biaya tidak langsung dan biaya variabel.

Oleh karena Direct Costing mengutamakan biaya langsung, yang sifatnya (perilakunya) adalah variable (sangat dipengaruhi kegiatan), maka kadang-kadang Direct Costing disebutpula dengan Variable Costing.
Dalam buku yang berjudul Cost Accounting (1976:680) (2.8) mendefinisikannya sebagai berikut : "Direct Costing charges the products with only those costs that very directly with volume".
Apa yang dikemukakannya itu sebagai batasan untuk Direct Costing, is secara tegas mengatakan hanya beban biaya yang secara langsung nampak (jelas) menyangkut volume produksi.

Sedangkan John J.W. Neuneur dalam bukunya yang berjudul : Cost Account (1973:647) mendefinisikan sbb:
"Direct or variable costing is a method of costing which asumes that for proper managerial control only thos costs which very directly with the volume of production should be considered".

Sekalipun ia meninjaunya dari segi pengawasan manajemen (tentu sama arah tujuan dengan pengendalian), ia amat menitik beratkan bahwa Direct Costing itu mengutamakan biaya-biaya langsung/variable yang langsung mendukung terciptanya produk suatu indutri. Oleh karena itu kita tidak akan salah kaprah bila kita mendasar pengertian dan Direct Costing pada uraian-uraian di atas.

1.1.2. FULL COSTING

Bila kita mengawali diskusi ini mengenai Full Costing dan arti katanya sendiri, maka kita dapat mengartikannya sebagai Pembiayaan menyeluruh/sepenuhnya, dalam penetapan biaya produksi, karenanya dalam kegiatan usaha kita menemukan Biaya Variable dan Biaya Tetap.

Dalam proses produksi kita akan menemukan biaya yang membentuk produk terdiri dari :

a. Biaya langsung; terdiri dari :
1. Pemakaian Bahan (Material Costs)
2. Upah langsung (Labor Costs)
yang sering disebut Prime Costs Yang orientasinya sama dengan penetapan biaya menurut Direct Costing

b. Overhead Prduksi; yang terdiri dari :
1. Overhead Variable; Orientasinya sama dengan Direct Costing.
2. Overhead Tetap (2.11);yang tidak mendapat perhatian dalam Direct Costing.

Tapi dalam Full Costing pun harus secara sewaj arny a dibebankan kepada biaya produksi (chargeable). Mengapa dikatakan demikian, karena biaya-biaya tetap tidak seluruhnya penjualan, bahkan ada yang sifatnya umum tidak membentuk produksi dan juga tidak menunjang penjualan.

Download Links :
Anda Akan Menyukai ini :

1 komentar:

saracens said...

Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

Post a Comment

 

Komentar

Postingan Terakhir